Tampilkan postingan dengan label MATERI EKONOMI XII SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI EKONOMI XII SMA. Tampilkan semua postingan

FUNGSI MANAJEMEN

     Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah berbagai jenis tugas / kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut beberapa ahli fungsi manajemen adalah sebagai berikut :

  1. George R. Terry  :
a.        Planning ( perencanaan )
b.        Organizing ( pengorganisasian )
c.        Actuating ( penggerakan )
d.        Controling ( pengawasan )

  1. Harold Koontz dan Cryil O’ Donnel :
a.        Planning ( perencanaan )
b.        Organizing ( pengorganisasian )
c.        Staffing ( penyusunan pegawai )
d.        Directing ( pembinaan kerja )
e.        Controling ( pengawasan )

  1. Henry Fayol :
a.        Planning
b.        Organizing
c.        Commanding
d.        Coordinating
e.        Controling

  1. Lyndall F. Urwick :
a.        Forecasting
b.        Planning
c.        Organizing
d.        Commanding
e.        Coordinating
f.         controling

  1. Luther Gullick :
a.        Planning
b.        Organizing
c.        Staffing
d.        Directing
e.        Coordinating
f.         Reporting
g.        Budgeting

KEWIRAUSAHAAN

Pengertian, Peran, Ciri-ciri, Bidang dan Konsep Kewirausahaan

a.     Pengertian wirausaha dan manfaat Wirausaha.
Kewirausahaan berasal dari kata ’wira’ yang berarti berani, uta­ma, teladan, berbudi luhur. Dan ’usaha’ yang berarti upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi wirausaha dapat diartikan suatu keberanian untuk berupaya memenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian definisi Kewirausahaan dapat dikemukakan sebagai suatu keberanian untuk melakukan upaya-upaya memenuhi kebu­tuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dan keberanian yang dimilikinya dengan cara memanfaatkan segala potensi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain.

        b. Peranan Wirausaha Dalam Perekonomian Nasional
Menurut J Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat perbaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggikan efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran-pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi efisiensi.

c. Ciri-ciri wirausaha.
  • Mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalan­kan usahanya, untuk mengejar keuntungan yang merupakan imbalan dari karyanya.
  • Mempunyai daya kreasi, imajinasi dan kemampuan yang sangat tinggi untuk menyesuaikan diri dengan kaadaan.
  • Mempunyai semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.
  • Selalu mengutamakan efisiensi dan penghematan biaya
  • Mempunyai kemampuan untuk menarik bawahan dan partner usaha yang mempunyai kemampuan tinggi.
  • Mempunysi cara analisis yang tepat, sistematis dan metodologi
  • Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh, baik untuk memperluan usaha yang sudah ada atau menanamkannya pada usaha-usaha yang baru
  • Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menilai kesempatan yang ada, dalam membawa teknik-teknik baru dalam mengorganiseasi usaha-usahanya secara efektif dan efisien.
Sedangkan Menurut pendapat Bygrave, ciri-ciri atau karakteristik wirausahawan dikenal dengan istilah 10 D, diantaranya: 
Dream (Visi ke depan), Decisiveness (Keputusan dengan cepat), Doers (Melaksanakan keputusan), Determination (Penentuan / Kebulatan tekad), Dedication (Pengabdian), Devotion (Mencintai pekerjaan), Details (Dapat memerinci), Destiny (Bertanggung jawab atas nasib usahanya), Dollars (Kekayaan) dan Distribute (Membagi-bagi)

         d. Sektor-sektor/bidang usaha yang bisa dimasuki.
  1. Sektor ekonomi Formal adalah kegiatan-kegiatan usaha yang dikelola sedemikian rupa, sehingga kegiatannya bersifat tetap atau menjadi tumpukan harapan pengelola.
  2. Sektor Ekonomi Informal adalah kegiatan-kegiatan usaha yang bersifat sampingan dan biasanya tidak berbentuk perusahaan serta biasanya berbentuk home industri (industri rumah tangga)
         e. Konsep Wirausahawan profesional.
Seorang wirausahawan harus dapat menekuni setiap usahanya secara profesional, sehingga usaha yang didirikan dapat berkembang dengan baik dan dapat menguntungkan semua pihak. Dan seorang wirausahawan haruslah mampu melihat ke depan, melihat ke depan bukanlah melamun kosong, tetapi melihat, berfikir dengan penuh perhitungan mencari pilihan berbagai alternatif masalah dan pemecahannya. Untuk itu diperlukan sorang wirausahawan yang handal dan profesional, diantaranya memiliki konsep sebagai berikut :
  • Mengenal sangat dalam terhadap produknya       
  • Yakin dan percaya terhadap produknya                                 
  • Tidak berdebat dengan calon pelanggan                               
  • Memiliki jiwa antusias                                                                 
  • Komunikatif dalam negosiasi
  • Menciptakan transaksi 
  • Jujur, berani dan mempunyai keberanian  
Wirausahawan yang baik tidak membiarkan dirinya direncanakan oleh pihak lain, melainkan merencanakan pengembangan dirinya sendiri.

Rangkuman Materi Ekonomi Kelas XII SMA (KOPERASI SEKOLAH)

KOPERASI SEKOLAH

Koperasi Sekolah ialah koperasi yang didirikan oleh para siswa sebagai tempat pendidikan dan latihan berkoperasi di sekolah. Koperasi Sekolah tidak berbentuk badan hukum, tetapi mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi dari Kantor Departemen Koperasi.

Ciri-ciri Koperasi Sekolah
a.         Bentuknya Badan Usaha yang tidak berbadan Hukum.
b.         Anggotanya siswa-siswa sekolah tersebut.
c.         Keanggotannya selama kita masih menjadi siswa.
d.         Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat.
e.         Sebagai latihan dan praktek berkoperasi.
f.          Melatih disiplin dan kerja.
g.         Menyediakan perlengkapan pelajar.
h.        Mendidik siswa hemat menabung.
i.          Tempat menyelanggarakan ekonomi dan gotong royong

Fungsi Koperasi sekolah
a.   Merupakan alat pendidikan dan penerapan pengetahuan di bidang ekonomi dengan berasas gotong-royong
b.       Merupakan alat untuk mengusahakan kebutuhan sekolah bagi para siswa
c.       Sebagai tempat kegiatan menabung di sekolah

Tujuan didirikan Koperasi sekolah yaitu
  •  Memasyarakatkan koperasi melalui pendidikan ekonomi dan koperasi di sekolah
  • Menanamkan dan mendidik kesadaran hidup bergotong-royong dan setia kawan di antara para siswa
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan jiwa demokrasi pada siswa
  • Menunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan-kegiatan praktis yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa
  • Menunjang program pembangunan pemerintah di sector perkoperasian melalui program pendidikan koperasi di sekolah
  • Mendidik para siswa agar menjadi Warga Negara Indonesia yang berguna dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan negara
Dasar-dasar pertimbangan pendirian koperasi sekolah
  • Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.
  • Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa.
  • Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat.
  • Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah.
Struktur Organisasi Sekolah
1.         Anggota
2.         Pengurus
3.         Badan Pemeriksa
4.         Pembina dan Pengawas
5.         Badan Penasehat

Perangkat organisasi koperasi sekolah
  • Rapat anggota koperasi sekolah
  • Pengurus koperasi sekolah
  • Pengawas koperasi sekolah
Dewan penasihat koperasi sekolah
  • Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas : 
  • Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya
  • Guru pada sekolah yang bersangkutan; dan
  • Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi
Pelaksana harian
Pelaksana harian bertugas mengelola usaha, administrasi, dan keuangan. Pelaksana harian dapat diatur bergantian antara pengurus koperasi sekolah atau ditunjuk secara tetap atau bergantian antara siswa anggota koperasi yang tidak menduduki jabatan pengurus atau pengawas koperasi.

Rapat anggota
Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Di sini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya, serta memberikan himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi. Oleh karena jumlah siswa terlalu banyak, maka dapat melalui perwakilan atau utusan dari kelas-kelas. Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan paling sedikit sekali dalam setahun, ada pula yang mengadakan dua kali dalam satu tahun, yaitu satu kali untuk menyusun rencana kerja tahun yang akan dan yang kedua untuk membahas kebijakan pengurus selama tahun yang lampau. Agar rapat anggota tahunan tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka rapat dapat diadakan pada mas liburan tahunan atau liburan semester. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi sekolah, rapat anggota mempunyai wewenang yang cukup besar. 

Wewenang :
1.     Menetapkan anggaran dasar koperasi;
2.     Menetapkan kebijakan umum koperasi;
3.     Menetapkan anggaran dasar koperasi;
4.     Menetapkan kebijakan umum koperasi;
5.     Memilih serta mengangkat pengurus koperasi;
6.     Memberhentikan pengurus; dan
7.     Mengesahkan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.

Hal yang dibicarakan rapat anggota tahunan
1.     Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.
2.     Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.
3.     Penilaian laporan pengawas
4.     Menetapkan pembagian SHU
5.     Pemilihan pengurus dan pengawas
6.     Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya
7.     Masalah-masalah yang timbul

Pengelolaan Koperasi sekolah
a.     Koperasi berada harus di lingkungan sekolah
b. Tugas siswa adalah belajar, jadi tidak dapat dengan sepenuhnya mengeban tugas pengelolan koperasi sekolah
c.      Siswa belum berpengalaman, sehingga siperlukan campur tangan dari pihak sekolah dalam pengelolan koperasi sekolah

Berbagai jenis usaha koperasi sekolah
Koperasi sekolah menyelenggarakan usaha-usaha sebagai berikut:
  • Unit usaha pertokoan keperluan sekolah, menyediakan alat tulis-menulis, buku-buku pelajaran, dll
  • Unit usaha pertokoan untuk keperluan lain misalnya alat-alat praktek sekolah,
  • Unit usaha kafetaria atau kantin, menyediakan minuman dan makanan (kecil) para siswa
  • Unit usaha simpan pinjam, mewajibkan para anggota (siswa di sekolah) untuk membayar simpanan wajib secara teratur dan menggiatkan anggota untuk menabung atau menyimpan sukarela secara teratur agar mudah pengelolaannya
  • Unit usaha jasa, misalnya jasa fotokopi, jasa penjilidan, jasa pengetikan
Ketentuan kepengurusan koperasi sekolah sebagai berikut:
Koperasi sekolah dipimpin oleh pengurus dari kalangan anggota koperasi sekolah yang dipilih rapat anggota
Umumnya bendahara dan pengawas dipilih dari kalangan siswa/ murid anggota koperasi
Pengawas dan bendahara bertanggung jawab kepada pimpinan/ kepala sekolah
Pengurus koperasi sekolah terdiri atas :
Para siswa anggota koperasi
Jumlah anggota atau pengurus 5 orang dan sekurang-kurangnya 3 orang
Kepala sekolah dapat menunjuk beberapa orang guru untuk ikut serta menjadi pengurus koperasi sekolah, dengan ketentuan sebanyak-banyaknya sepertiga dari jumlah anggota pengurus yang dipilih oleh para anggota

Tugas pengurus koperasi:
a.  Mengelola usaha koperasi sekolah
b.  Megajukan rencana kerja dsna rencana anggaran koperasi sekolah
c.   Menyelenggarakan rapat anggota koperasi
d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya dan mengajukan laporan keuangan koperasi
e.  Mememelihara daftar buku anggota dan pengurus

Wewenang pengurus koperasi:
a.  Mewakili koperasi di dalam dan di luar sekolah
b.  Membuat keputusan mengenai anggota
c.   Melakukan tindakan sesuai dengan tanggungjawabnya yang diberikan dalam rapat anggota

Hal yang dibicarakan dalam rapat anggota tahunan:
a.  Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.
b.  Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.
c.   Penilaian laporan pengawas
d.  Menetapkan pembagian SHU
e.  Peilihan pengurus dan pengawas
f.    Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya
g.  Masalah-masalah yang timbul 

Dewan penasihat koperasi sekolah:
1. Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas :
2.  Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya
3.  Guru pada sekolah yang bersangkutan; dan
4.Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi 

Modal Koperasi Sekolah:
a. Modal Koperasi sekolah diperoleh dari :
  • Simpanan anggota
  • Cadangan
  • Pinjaman
  • Bantuan dari pemerintah dan pihak lain serta
  • Sisa hasil usaha yang tidak dibagi
b. Modal yang diperoleh dari simpanan anggota ialah :
  • Simpanan pokok
  • Simpanan wajib
  • Simpanan wajib khusus
  • Simpanan sukarela
c. Pinjaman dapat diperoleh dari :
  • Pemerintah atau dari sekolah yang bersangkutan,
  • Orang tua murid
  • Koperasi lain, dan
  • Lembaga perkreditan, misalnya dari bank
SHU koperasi yaitu pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun. Setelah dikurangi pungutan-pungutan dan biaya-biaya yang menjadi beban dalam tahun yang bersangkutan.
Sisa hasil usaha dirinci untuk :
1.  Cadangan koperasi
2.  Dana pengurus
3.  Dana karyawan
4.  Dana pendidikan koperasi
5.  Dana sosial
6.  Dana kesejahteraan siswa
7.  Dana pembangunan sekolah



MATERI AKUNTANSI: JURNAL PEMBALIK

Memahami Jurnal Pembalik

Jurnal Pembalik. 


Pengertian jurnal pembalik (reversing entries) adalah jurnal yang dibuat untuk membalik beberapa jurnal penyesuaian tertentu sebagai langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya kesalahan pada periode berikutnya, akibat timbulnya akun riil baru, baik berupa harta maupun kewajiban.



Ayat jurnal pembalik merupakan kebalikan dari ayat jurnal penyesuaian, namun tidak berarti semua ayat jurnal penyesuaian dapat dibuatkan jurnal pembalik. Langkah-langkah dalam memutuskan mana akun yang perlu jurnal pembalik :

a.   Periksa pada neraca saldo, khususnya pada bagian akun riil.

b.  Periksa pada jurnal penyesuaian, apakah timbul akun riil baru. Jika ada, akun riil baru inilah yang perlu dibuat jurnal pembaliknya.



Ada 4 akun pada ayat penyesuaian yang memerlukan ayat pembalik, sebagai berikut:

  1. Beban dibayar dimuka, yang pada saat pembayaran dicatat sebagai beban.
  2. Pendapatan diterima di muka, yang pada saat penerimaan dicatat sebagai pendapatan.
  3. Beban yang akan dibayar.
  4. Pendapatan yang akan diterima

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG (XII)

PERUSAHAAN DAGANG
A  Pengertian
Perusahaan yang melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut.
Akun-Akun pada Perusahaan Dagang
1.   Pembelian
·      Untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit.
·      Sedangkan untuk pembelian barang dagangan secara tunai,untuk keperluan pribadi dan tidak untuk dijual kembali dicatat pada akun sendiri.
Bukti Transaksi: FAKTUR
Mis; Pembelian
              Utang dagang
2.   Beban  Angkut Pembelian
Terjadi karena pembeli menanggung biaya pengiriman barang dari toko sampai ke gudang pembelian.
Bukti Transaksi: Faktur/kwitansi
Mis; Beban angkut
          kas
3.   Retur pembelian dan pengurangan harga
Terjadi ketika pembeli mengembalikan barang yang telah dibelinya karena rusak/tidak sesuai pesanan. Jika pembelian dilakukan secara kredit, maka pembeli akan membuat  NOTA DEBIT sebagai bukti pengurangan utangnya.
Bukti transaksi: Nota Debit
Mis; Utang dagang
           Retur pembelian dan ph        
4.   Potongan Pembelian
Diberikan oleh penjual dengan tujuan agar pembeli dapat melunasi utangnya sebelum jatuh tempo dalam jangka waktu potongan pembelian.
Bukti transaksi: kuitansi/bukti pengeluaran kas
5.   Penjualan
Untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.
Bukti transaksi: Faktur/bukti penerimaan kas
Mis; Piutang dagang
          Penjualan
6.   Retur penjualan dan Ph
Terjadi ketika pembeli mengembalikan barang yang sudah dibeli kepada penjual karena rusak/tidak sesuai pesanan.bagi penjual,ini akan mengurangi piutangnya,sehingga penjual akan mengeluarkan NOTA KREDIT.
Mis; Retur penjualan dan ph
          Piutang dagang
7.   Potongan Penjualan
Dimaksudkan agar pembeli segera melunasi utangnya sebelum jatuh tempo pelunasan.
Mis;kas
          Piutang dagang
8.   Beban angkut Penjualan
Karena penjual menanggung biaya pengiriman barang sampai di gudang pembeli.atau FOB Destination point artinya;penyerahan barang dilakukan digudang pembeli.
Mis; Beban angkut penjualan
          Kas                                        
9.   Persediaan barang dagang
Adlh: jumlah persediaan barang dagang yang terdapat pada akhir periode.
Bukti transaksi: Bukti Memorial

SYARAT PEMBAYARAN BARANG DAGANG
a.     Syarat n/30: pelunasan pembayaran paling lambat 30 hari setelah terjadinya penyerahan barang&jumlah yang hrs dibayar yang tertera dalam faktur.
b.     Syarat 2/10,n/30;pembeli akan diberikan potongan 2% apabila membayar paling lambat 10hari setelah tgl transaksi,sedangkan waktu pembayaran paling lambat 30 hari.
c.      Syarat n/60;pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah pembelian.
d.     Syarat EOM (End of Month);pelunasan pembayaran paling lambat akhir bulan berjalan.
e.     Syarat n/10 EOM;pelunasan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan penjualan tanpa mendapatkan potongan.

SYARAT PENYERAHAN BARANG
a.    Franko gudang Penjual(Free on board shipping point): Barang dagangan diserahkan digudang penjual, sedangkan resiko dan ongkos angkut menjadi tanggungan pembeli.
b.    Franko gudang Pembeli(Free on board destination point): Barang dagangan diserahkan penjual ke gudang pembeli. Segala resiko dan ongkos angkut menjadi tanggungan penjual.
c.    Cost Insurance Freight (CIF): Penjual menanggung semua biaya angkut serta premi asuransi.

METODE PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG
a.     First in First Out (FIFO): Metode ini menganggap bahwa barang yang pertama dibeli sebagai barang yang pertama dijual.
b.     Last in First Out (LIFO): Metode ini menganggap bahwa harga pokok sama dengan barang yang dibeli terakhir.
c.      Metode Averge: Metode ini menganggap bahwa harga barang yang berbeda-beda tgl pembeliannya dirata-rata untuk mendapatkan harga pokoknya.

METODE MENGHITUNG PERSEDIAAN BARANG DAGANG
1.   SISTEM PERIODIK
Transaksi pembelian barang dagangan dengan cara mendebet akunt pembelian, sedangkan transaksi penjualan barang dengan cara menkredit akun penjualan.
Mis;
Transaksi Pembelian                      Transaksi Penjualan
Pembelian        xx                         Piutang/Kas               xx
                Utang/kas         xx                         Penjualan         xx
Selanjutnya untuk pencatatanya dapat menggunakan FIFI,LIFO atau Average
Contoh:
Diketahui transaksi PT.Piretech sebagai berikut.
1 Jan         Persediaan: 100 unit         @1000               Rp. 100.000
5 Jan         Persediaan: 50                  @2000               Rp. 100.000
10 Jan       Persediaan: 200                @1500               Rp. 300.000
20 Jan       Persediaan: 150                @2000               Rp. 300.000
BTD                               500                                           Rp. 800.000

Pada tgl 31 Jan 2010 ada 200 barang masih tersisa. Dengan menggunakan metode FIFO harga pokok penjualan dari 300 barang yang terjual sbb.
Jawab:
Pembelian awal
1  Jan        100      @1000               Rp. 100.000
Pembelian berikutnya
5 Jan         50        @2000               Rp.100.000
Pembelian berikutnya
10 Jan       150      @1500               Rp.225.000
                   300                                Rp.425.000
Maka, persediaan barang akhir adalah:
Rp. 800.000 – Rp. 425.000= Rp. 375.000 sebanyak 200 unit

2.   SISTEM PERPETUAL
Sistem dimana semua kenaikan dan penurunan barang dagangan dicatat dengan cara yang sama dengan pencatatan kenaikan dan penurunan kas.
Mis;
Transaksi pembelian barang
          Persediaan barang                 xx
                   Utang usaha                                    xx
Transaksi penjualan barang scr kredit
          Piutang usaha                         xx
                   Penjualan                                         xx
          Harga pokok penjualan            xx
                   Persediaan barang dagangan         xx